Kunikmati kecantikan wajahnya. (Ini cuma sekedar nyentil, lho. Kami berciuman kembali. Beberapa kali aku meninggalkan mereka untuk mengejar sumber berita. Jangan mau dibohongin, cowok tu selalu begitu.”“Lho, Mas sendiri cowok.”“Makanya, aku tak percaya sama cowok. Rumah saya di dekat situ juga.”“Boleh saja.” Kataku, “Tapi katanya mau tetap di sini? Mereka lumayan loyal terhadap partai mereka itu, walaupun tampak sedikit kecewa, karena pemimpin partai mereka itu kurang berani bicara. Sumpah, sampai sekarang aku tak pernah pacaran sama cowok. Diana terpejam dan kudengar nafasnya mulai agak terasa memburu, kami berdua terbenam dalam ciuman yang hangat membara. Aku mainkan lidahku di puting kedua buah dadanya yang mulai mengeras. Aku arahkan mulutku ke lehernya, ke pundaknya, lalu turun ke buah dadanya yang indah, besar, montok, kencang, dengan




















