Dark comedy Naik Turun Enak Kak Mimie WOT: satire, ambiguitas, dan plot absurd. Bokep SMA Plus: penulisan licin. Minus: humor niche. Untuk selera khusus. Mulai.
“Denok berlutut, ayo hadap sini!”, kataku. Bau rambutnya sangat harum dan aku masih meremas toketnya yang gedhe tadi. Diremasnya rambutku, dan aku terus-menerus melanjutkan aksiku, sambil kuremas toketnya. Hipnotisku adalah dengan objek perkataan dan gambar spiral. Memang sebenarnya kepingin sih kalau aku gituan sama mbak Ratih. Aku yang duduk di atas ranjang itu hanya melihat aksinya. Lama menunggu, akhirnya sudah jam 12 malam. Aku mengecilkan volume tv. “Lagi ngapain?”, tanyaku. Aku peluk dan kuhisapi teteknya, lalu kukulum dia. “Aku ingin kau anggap aku ini suamimu, cintailah diriku dengan rasa cinta yang sangat dalam, melebihi apapun. “Denok”, kataku. Dia sudah dalam lapis keempat. “Adeeen….oucchh…he-eh den itu. Aku melihat puting susunya yang mengacung ke atas.




















