“Baik lah” saya menjawab sambil tersenyum. Bapak itu bangun dan dengan tersenyum dia bertanya “Enak sayang ?”. Saya dapat melihat jelas vagina yang memang baru saja dicukur itu dilahap dengan rakus oleh sibapak sambil sesekali tangannya yang besar tadi memilin itilnya Vivi. Takut hamil katanya. Pernah suatu waktu saya menemukan beberapa kondom yang belum terpakai ditasnya. Bapak itu bangun dan dengan tersenyum dia bertanya “Enak sayang ?”. Lengkap dengan pakainnya sewaktu dia pergi kekamar mandi tadi. Ujar Vivi setengah berteriak. Lewat celah jendela saya coba mengintip apa yang sedang terjadi didalam. Dia kembali dibaringkan dan bapak tua itu bersiap menindihnya. Pinggul Vivi mulai bergoyang. Untung saja pikirku. Akhirnya saya berniat menyusul sekalian kencing juga pikirku. Saya dapat melihat jelas vagina yang memang baru




















