Aku bopong tubuh Dian masuk ke tenda, kumasukkan ke sleeping bag, baju dan peralatan juga kubawa masuk ke dalam tenda. Posisiku agak miring sekarang. Dian langsung kurengkuh dan kuhujani dengan ciuman di leher dan terus ke bibir. “Ohh.., Masshh..”, Dian menjerit tertahan saat dia mencapai orgasme. Dian mengerang-erang. Aku juga hampir mencapai orgasme, pinggulku kugoyang-goyangkan kembali dengan cepat, Dian hanya pasrah dan aku mengerang keras ketika mencapai orgasme. Tubuh Dian kuangkat berhadapan dengan tubuhku. Berangkat pada tanggal 13 siang dengan perlengkapan camping yang kubawa (tenda, sleeping bag, alat masak dan logistik untuk 2 hari). Badan Dian kuangkat dan kurebahkan di atas rumput lagi, pantatnya kusangga dengan kain pantai yang basah. Kulihat jelas vaginanya berwarna merah ditutupi bulu-bulu yang lebat.










