Setelah 1 jam mengobrol akhirnya aku mengajak Azni untuk pulang. Satu persatu aku melepas kanAzg Azni hingga lepas.Kemudian aku melepaskan baju dan branya. Tak bisa aku lupakan senyumnya yang selalu terkembang saat bertemu aku, dan antusiasmenya menanggapi obrolan denganku.Bahkan kadang-kadang Azni berlaku agak manja menanggapi candaanku. rasanya jadi kayak ABG lagi pacaran.Setelah puas jalan-jalan aku mengajak Azni untuk ngobrol di starbuck yang ada di depan BIP. Bergantian aku mengemut dan memutar-mutar pentil payudaranya.Sesekali aku remas perlahan sampai agak keras. Azni benar-benar kaget terhadap hal yang baru kali ini dialaminya itu.Tapi kemudian Azni terbiasa, bahkan melenguh setengah teriak saat aku mulai menjilati klitorisnya.“Ah…ahh..ahh..




















