kamu aja yang naruh,” ujarku. Setelah tamat, ia kembali ke Surabaya dan bekerja di sebuah bank swasta yang namanya cukup kondang di Indonesia.Ceritanya sangat panjang (dan siapapun takkan mau mendengarnya, membosankan), namun yang kutahu saat itu aku butuh teman untuk bicara, untuk.. Waktu itu aku sedang sendiri. Nanti Papa pulang loh..” mama berteriak dari dalam kamar. Kubuka baju atasku, menempelkan dadaku ke payudaranya, menekan dan menggesek, menikmati semua keluhan dan rintihannya yang tertahan ketika bibirku mengulum bibirnya.Ah.. mmhh.. Mendadak saat itu aku ingin menelepon Enni dan meminta maaf.—————————————“Ray..?” “Ah, sorrie..” sahutku cepat. kita..”
Nia membalikkan tubuhnya,
“Aku tahu kok.. Aku pulang ke rumah, membanting sepedaku di halaman, dan langsung menuju ke kamar. “Aaahh..” kurasakan nikmatnya saat tangannya menempel dan menggenggam batang kemaluanku. Nyaris tidak ada.




















