Setelah duduk, perlahan-lahan Surti mengangkat satu kakinya untuk ditopangkan di sandaran kursi. Lalu perlahan ia mencium pipi lelaki itu. Ia menahan nafas, melihat tubuh istrinya melintas bagai film slow motion, menerawangkan kemulusan yang tak tertutup oleh pakaian dalam. Gila! Dalam sekejap puting kiri Surti sudah basah dan berdenyut hangat. “Lha, iya!” sergah Bari lagi, “Masak tidur memakai beha dan celana dalam segala”. Dan siang itu Bari menelepon mengatakan akan makan siang di rumah. Nanti malam, harus kuapakan dia? Sekali tarik, daster itu lolos dari kedua kaki Surti, sehingga kini tinggal celana dalam yang membungkus tubuhnya. Setelah hitungan ke sepuluh, cepat-cepat wanita itu menegakkan lagi tubuhnya, sekaligus melepaskan dasternya turun menutupi kembali pantatnya.




















