“Udah ngga papa sayang, anggap saja nggak ada orang, cuma kita berdua aja”” bujuk Han lembut. Rika juga beranjak duduk di sebelah kiriku, kami menonton rekaman itu bersama. Aq masih berdiri di oinggiran ranjang, mencoba mengatur nafas. Kemudian aq meminta ijin untuk merpaikan trolley. Tempo permainan Rika semakain melambat, agak lemas sepertinya, namun lenguhannya masih cukup kencang. “Aq capek banget.. Aq sedikit menarik tubuhku ke tengah tempat tidur kemudian melempar tubuhku ke kasur. Ya memang aq duduk bersila tepat di depan mereka.Tangan kiri Han beranjak turun, sepertinya Rika sudah paham, ia langsung mereggangkan kedua kakinya untuk mempermudah Han. Aq kemudian nyorot tubuh Rika, dari toketnya turun hingga atas memeknya. Aq kemudian nyorot tubuh Rika, dari toketnya turun hingga atas memeknya.




















