Bukankah ia milik ayah kandungku?Entahlah. Melingkarkan lengan kananku di lehernya, lalu menyelusup lagi ke arah buah dadanya yang tak berbeha itu. Terlebih ketika aku mulai memainkan pentil buah dadanya, dengan pengalaman yang sudah cukup banyak dari kisahku bersama Mbak Ning.Ton… terdengar suara Mama tersendat.Iya Mam?Kamu kok jadi aneh begini Ton?Gak tau kenapa…belakangan ini aku mikirin Mama terus… sahutku sambil memasukkan tangan kiriku ke arah buah dada Mama yang sebelah kiri pula. Melingkarkan lengan kananku di lehernya, lalu menyelusup lagi ke arah buah dadanya yang tak berbeha itu. Mama seorang wanita yang cantik. Aku sering berusaha menindas perasaan yang bukan-bukan ini dengan mencurahkan perhatian kepada pelajaran sekolah.




















