Kemudian ia meraih pegangan pintu dan mulai menariknya.Desy berusaha menjerit “Jangan! Saya sudah diperkosa dan dipukuli! Toko saya dirampok, saya diikat dan diperkosa! Di meja ada gunting, tapi ia tidak bisa bergerak sama sekali.“Hey, Roy! Melihat sekelilingnya, Desy berusaha menemukan sesuatu untuk membebaskan dirinya. Ia baru tersadar ketika ditemukan oleh rekan kerjanya yang masuk pukul 6 pagi. “Brengsek! Berandal yang pertama tadi kembali dengan membawa segulung plester besar. Sperma mereka menyemprot keluar dan jatuh di muka, rambut dan dada Desy.Desy tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya, ketika tahu-tahu ia kembali sendirian di toko tadi, masih terikat erat di atas meja. Setelah beberapa lama mencoba Desy berhasil melepaskan tangan kanannya. Desy hanya bisa menangis.“Gue bilang diem!”, sembari berkata itu si Gondrong menampar buah dada




















