cuman …” Dia tak meneruskan kalimatnya. Aku menanggapinya secara profesional, tak ingin melibatkan secara pribadi, karena aku mencintai isteriku. tapi ya itu . dan menjulang.Sejenal aku menenangkan diri. “Maaf Bu ya .” kataku kemudian mengalihkan pembicaraan dan menghindari sorotan matanya.Kuremasi dada kirinya dengan kedua belah tangan, sesuai prosedur. Tapi kali ini, cara Ibu itu membuka kaos tidak biasa. “Saya engga tahu Dok”
“Bisa Ibu periksa sendiri. Tak ada yang bisa kuperbuat selain menyerbu sepasang buah indah itu dengan mulutku.“Ooohhh .. Ah engga, bisa-bisa aku dituduh pelecehan seksual. Baru kali ini aku menyetubuhi pasienku. “Dokter belum mau pulang ?”
“Belum. Terdengar orang itu keluar lagi. Hmmm .. Aku makin “pusing” …
Kemana CD-nya ? Dia tak kalah bingungnya.“Hmmm gimana Bu”
“Eh ..




















