Bagiku, bu diah adalah cewe yang ideal. Yang penting nilai saya jadi bagus”Aku langsung salaman sama bu diah dan bergegas pulang ke rumah. Selamat siang anak-anak”Anak-anak : “asiik ulangan nya dibikin gampang. Aku selalu mikirin kamu terus di rumah. Saking enaknya, tak terasa aku sudah dibuat keluar oleh diah. Aku selalu mikirin kamu terus di rumah. Aku engga mau kehilangan kamu.”Kami berpelukan dan berciuman lagi. Padahal kan gampang itu ulangan nya.”Wahyu : “saya udah belajar bu. Daripada mikir yang engga jelas terus mending belajar aja deh.Hari minggu jam 1 siang, aku pergi ke rumah bu diah. Setelah kami “bertarung”, diah memeluk ku dan menciumku. Dia terus mendesah keenakan, goyangan nya hot juga, padahal baru pertama kali merasakan. Sepertinya bu diah membiarkan saja dan




















