“Heemm say.. akkh trus.. Tanpa menunggu jawaban, dia langsung membuka celana panjang dan CD saya, langsung senjata andalanku keluar dengan berdiri tegak, menantang. Dia terus berteriak seperti itu, nikmat rasanya. ouuhh teruss say.. Sambil bergetar, badannya turun naik berirama menikmati senjataku. geli say.. Indah langsung terbelalak matanya melihat benda dihadapannya, dia pegang erat seolah tidak rela burung itu terbang meninggalkannya.“Fantastik honey, bener kamu bilang, panjang betul, hampir menyentuh puser kamu nih” “He he he”, aku pun tertawa. Maka untuk menyambung cerita lanjutannya, terpaksa saya mengutip ulang sedikit cerita saya sebelumnya seperti dalam judul diatas, dengan penambahan cerita yang lebih terfokus.Setelah Indah duduk dan istirahat kamipun membuka percakapan, Indah begitu ramah dan pintar mengolah kata-kata sehingga suasana dan obrolan menjadi sempurna, dan akrap, inilah




















