Matanya terpejam. Saat itu mba indah memakai kaos putih dan rok SMA nya. Aku jadi ingat bau khas yang aku cium tadi. Dia tersenyum kemudian berkata “Gitu dong, kan mau diobatin”.Kemudian dia melepas kancing celanaku dan resletingnya. Dia kemudian tersenyum padaku “Rian kamu hebat banget, kamu udah ngegagahin aku” katanya lirih menggoda. Selagi asik menonton kartun di tv swasta satu-satunya waktu itu, mba indah keluar dari kamarnya dan memanggilku. Aku tertawa kecil karena mba indah pandai sekali meniru seorang dokter. Dia memegang penisku, mengarahkan kememeknya yang dia turunkan. Karena dia memakai rok, celana dalamnya langsung turun, kemudian dia membuangnya kelantai.




















