Sejak saat itu, dokter Supriyati menjalin hubungan gelap dengan dengan Dido. “Oh Dido sayang, ibu juga suka sekali sama kamu. “Eh, oh nggak, nggak, aduh saya kok ngelamun”, jawabnya tergagap mengetahui dirinya hanya terduduk sendiri. Beberapa saat kemudian ia menjadi tenang kemudian ia menuju ke ruangan kerjanya yang tampak begitu lengkap. “Tapi kenapa, Do?”, sergah wanita itu. Dan beberapa saat kemudian ia akhirnya berteriak panjang meraih klimaks permainan. Kalau mereka bisa menggauli generasimu mengapa kamu nggak menggauli kaum mereka? Sang dokter itupun berlalu meninggalkan rumahnya tanpa diantar oleh sopir. Disambarnya tas dokter yang ada di situ lalu membuka sebuah bungkusan pil penenang yang biasa diberikannya pada pasien yang panik. “Bangsat! Kini saatnya mereka ingin mengganti gaya. Ibu juga boleh pakai saya kapan saja




















