Berwibawa dan tangguh. Kak Sinta menarik selimut, lalu menyingkirkannya jauh-jauh. Benar-benar terdiam. Tadinya aku kebingungan juga kelamaan tidak pulang, mau pulang juga rasanya bagaimana. Akhirnya bibir kami bertemu. Napasku tercekat manakala menyadari tatapan kak Dewi ke atas tempat tidur, celana dalam ka Dewi, langerie kak Dewi, bantal guling, dan celana dalamku yang tak sempat kupakai atau kusembunyikan. Tedy gak merusak apapun. Air itu melewati bibir kak Dewi, lalu bergerak ke kerongkonganya…. TV diruang tengah dimatikan, padahal biasanya kak Dewi asyik nongkrongin Bioskop Trans kesayangannya. Namun sebuah telpon dari kak Dewi membuat semuanya lebih baik,
“Tedy kamu kemana aja ? Ya ampun !




















