Sehabis melayani anak itu, dia balik lagi duduk di sebelahku dan kami memulai lagi kegiatan kami yang terhenti. Bokeb Tidak tanggung-tanggung, bahkan sampai dua jarinya masuk. Kuraba-raba CD-nya. Aku jadi kaget, “Wah aku memperawaninya nih.”
“Gimana.., sakit nggak.., kalo nggak lanjut ya..?” tanyaku. Setelah itu kami kembali ke tempat semula. geelii..” begitu katanya waktu anuku kugesek-gesekkan. “Nggak pa-pa Mas.., khan lagi sepi.” katanya dengan enteng seakan mengerti yang kupikirkan. Sebelum tidur aku sempat berfikir, “Wah, aku telah memperawani sepupuku sendiri nich..!”
Sewaktu aku sudah kuliah lagi (dua hari setelah kejadian itu), dia masih suka menelponku dan bercerita bahwa kejadian malam itu sangat diingatnya dan dia ingin mengulanginya lagi. Sambil terus kukeluar-masukkan jariku, Anita juga tampak meram serta mendesis-desis keenakan.




















