Aku mencaplok kondom itu. Hhh..Akhirnya seperti ada yang menuntun, tanganku bergerak sedikit ke atas mengikuti wajahku yang juga tertuntun untuk mulai mendongak. Nampak ada lendir yang meleleh bening ketatakan. “Kesengsem’-kupun juga terdesak untuk berkembang. Aku disuruhnya menciumi kakinya. Sejak selesai sekolah di desaku hingga hari ini aku belum dapat pekerjaan apapun. Yah, sebaiknya cepat kubawa masuk ke rumah. Setelah puas kuangkat kembali keluar dari mulutku. Pada usiaku yang 16 tahun ini aku sudah jadi penganggur. Dan aku merangkak di lantai untuk menjilati sepatunya itu. Ku ambil piring kecil tatakan cangkir teh dari tumpukkan piring bersih lainnya.




















