“Iya deh”, Ana meninggalkan kami sambil tertawa berderai.Setelah acara selesai, aku membereskan administrasinya dengan pihak bar.“Om, makasi banyak ya buat bantuannya, kalo gak ada om pasti pestaku gak semeriah ini. Ayu bangkit. Aku udah gak tahan nih pengen menikmati memek kamu lagi”, kataku.Aku menelentangkan Ayu, aku mengambil posisi ditengah kangkangannya, kontolku yang besar dan keras kuarahkan ke memeknya yang sudah makin basah. Tak kuasa menahan nikmat, ayu pun mendesah keras terus-menerus. Aku segera mengecup bibirnya, beralih ke lehernya dan kemudian turun ke toketnya. dia merebahkan badannya di sampingku.“Om, dah waktunya pulang, sedih ya, tapi Ayu besok mesti sekolah lagi, pengen nangis deh om”.




















