“Nngg ..hh ..su ..sudah Andy .. Kalau tidak, rasanya seperti sedang berada di dalam kolam renang air panas. Sementara ujung lidahku menggapai masuk kedalam liang kemaluannya sembari menyedot sisa-sisa cairan orgasmenya yang masih merembes keluar. sebentar lagi sayang .. tadi kau minta berhenti .. jangan bersikap begitu ..”, bisiknya mesra. Padahal saya sangat menyayangi Mbak Dewi sebagaimana layaknya seorang kekasih bahkan calon istri. Akhirnya karena terlanjur malu mereka berdua menikah hanya kurang dari 1 minggu semenjak kejadian memalukan tersebut.Mbak Dewi setengah mati berusaha meminta maaf kepadaku atas segala perbuatannya. sebentar lagi sayang .. Saya sering melamun dan dilanda rasa cemburu yang berlebihan. ahh ..Andy .. Terasa hangat dan encer. Terlihat rona-rona kenikmatan yang amat sangat terbayang di wajahnya.




















