Diremasnya rambutku, dan aku terus-menerus melanjutkan aksiku, sambil kuremas toketnya. Wah, kalau ketahuan Denok berabe nih. “Kak, aku barusan belajar hipnotis nih, mau aku hipnotis?”, tanyaku sambil nyengir. “Dulu waktu kecil sih lucu, setelah gedhe aden jadi nakal, suka keluyuran kemana-mana, padahal kalau baik Denok pasti suka”. Ia lalu berlutut dan menghadap ke diriku. Sampai kemudian ketika iklan aku nyeletuk. Ia lalu berlutut dan menghadap ke diriku. Aku awalnya praktek kepada seorang sukarelawan yang ditunjuk oleh masterku. “Baru pertama ya den?”, tanyanya. Aku lalu mengeluarkan papan yang bergambar spiral. Lapis kelima sekarang. Denok patuh saja kepadaku. Hari itu mbak Ratih ada acara keluar jalan-jalan bersama teman-temannya. Mbak Ratih ke kampus, aku sendirian di Rumah.




















