“Ngapain nyium aku seperti itu?”Dia mendekatkan wajahnya..“Bukankah kamu juga mau?” katanya berbisik. Dan pada waktu pertama aku melihatnya, bahkan tanpa mengetahui bahwa dia mengendarai mobil, aku langsung jatuh hati pada penampilan fisiknya. “Don’t miss him?”
“Ngapain lagi?” aku tertawa ngakak. Lidah kami bertemu, saling bertaut. Dan bahkan sedikit menggigit sesekali. “Kita dimana nih?”Fung beringsut mendekat. Entah itu sekadar jalan-jalan, window shopping, internet surfing, makan bareng, atau bahkan berolahraga berdua diakhir minggu. Dia tinggi, tampan dan putih, tubuhnya berisi dikarenakan teratur mengunjungi sebuah gym di kota ini, mengendarai sebuah mobil-sebetulnya aku tidak mengharapkan hal ini, dan berpenampilan sangat perlente. Kita sudah berkenalan pada cerita ‘Am I A Gay?’. “Ngapain kok kasar?”Seperti disiram air sedingin es, Fung tersadar.




















