Aku terbangun, tak tahunya tanganku ada di atas
dada Kak Tina, sedang tangannya menimpa tanganku itu. Pantas, Kak Tina tak
mengijinkanku membacanya, pikirku. Muka dan kepalaku
memanas. Ternyata
yang melakukannya pacar Kak Tina, seorang tukang becak yang sering
mengantarnya kalau pergi pasar. Aku menuju dapur, lalu
makan bersama Kak Tina. Waktu mengambil rumput sapi aku memikirkan semua yang
terjadi, segalanya begitu fantastis. Sesampainya di rumah keadaan memang sangat sepi. Aku mengharapkan segalanya akan terulang kembali. Aku terbangun, tak tahunya tanganku ada di atas
dada Kak Tina, sedang tangannya menimpa tanganku itu. Tapi memang celanaku basah sekali. Sapto! Tapi entah
kenapa, sangat mengundang gairah lelakiku saat itu. aah, aku semakin deg-degkan. Karena dia tidak
pernah menyinggung hal itu, aku biarkan saja. Aku menahan nafas. “Mulai sekarang, hati-hati bergaul” Katanya. Waktu mengambil rumput sapi aku




















