Sebagai laki-laki, ia sudah terlambat untuk memulai kehidupan normal, apalagi masa lalunya yang amat kelam. Lalu ia buka batang paha Memes yang putih mulus itu. Suatu saat ia sangat ingin sekali merasakan kehangatan tubuh seorang wanita, apalagi ia setiap hari melihat majikan wanitanya amat cantik dan menggiurkan, namun ia masih merasa sungkan kepada Adhi, yang telah berjasa kepadanya. Dengan hati-hati Udin lalu meremas dan memanaskan nafsu Memes dengan mengorek-ngorek lubang sorgawi Memes. ada apa kok Mang Udin blon tidur..?” Memes bertanya. Udin pun dengan cara itu berusaha untuk mencuri pandang ke kamar Memes dengan pura-pura mengajak bermain kedua anaknya. Tidak lupa ia melafazkan mantera yang lain untuk membuat Memes lebih pasrah kepadanya.




















