Tanganku memisahkan rambut-rambut di situ dan kulihat clitorisnya sudah kelihatan di luar. Lia melenguh dan tangan kirinya menaikkan posisi kaos yang dipakainya.Lalu aku sudah menggenggam payudara kanannya tanpa halangan apa-apa. Dan di antara kami semuanya berjalan biasa saja. Jadinya kami berdua berbulan madu di kamarnya sepanjang hari. Kucium dahi Lia, kututup pintu kamar dan aku pamit ke tante kos.Esoknya aku datang lagi. Lia tahu mengenai pacarku di Jogja.Walaupun demikian, kedekatan kami lama-lama membuat adanya “rasa lain”. Kalau selesai bekerja, kalau Erik sibuk kuliah, Lia memintaku menjemput ke apotik. Sebagai laki-laki, selama ini kalau ia bergayut di lenganku sambil berjalan-jalan, aku sering membayangkan tangannya yang putih dengan jari-jarinya yang panjang mengelus-elus penisku.




















