Sebagian peju Pak Kusrin meleleh keluar dari mulutku ketika Pak Kusrin menarik keluar kontolnya dan tumpah membasahi bajuku.Kemudian Pak Kusrin meminta aku membuka semua pakaian yang aku kenakan. Orang yang lewat dan para tukang yang sedang bekerja di lading membuat sumur bor mengalihkan perhatian mereka ke arah kami berdua. Begitu kontolnya kembali tegang, aku mendorong Pak Kusrin agar rebah di atas meja batu dan aku naik ke atas tubuhnya. Sementara itu tangan Pak Kusrin terus bergerilya di setiap bagian tubuhku. Asyik sekali yang barusan itu ….” kata Pak Kusri sambil kembali mengenakan pakaiannya. Aku dan Mak menangis sambil berpelukan. Tangan Pak Kusrin memegangi pinggangku setiap kali dia mendorong kontolnya masuk ke memekku.




















