Aku mematung di tempatku berdiri. Bokep barat Jika hujan, tidak ada yang lebih indah selain melihat orang-orang berpayung, melompati genangan air hingga terciprat dan sesekali mengenai pakaian mereka, lalu tiba-tiba ada suara tawa di bawah payung-payung itu. Di tengah keremangan, aku menyaksikan anak laki-laki itu bersama dengan gerombolan anak yang tadi. Dari balik kaca mobil, seorang lelaki melemparkan jari tengahnya ke arah lelaki berjaket jins. Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Kepalanya jatuh tepat di sisi trotoar. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Aku sudah terbiasa seperti ini. Hingga beberapa gerombolan anak datang menghampiri anak laki-laki itu. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Kita ke sana!” Salah satu anak berambut keriting mengajak anak laki-laki itu




















