Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aq hanya mendengus. Ke mana ia? Bokep Ia tdk melanjutkan kalimatnya.Aq tersenyum. Atau kesialan, karena ia masih mengangkat tabloid menutupi wajah? Sekarang hitung penumpang angkot dan supir. Ah.., wanita yg lehernya berkeringat itu begitu besar mengubah keberanianku.“Buka bajunya, celananya juga,” ujar wanita tadi manja menggoda,
“Nih pake celana ini..!”Aq disodorkan celana pantai tapi lebih pendek lagi. Aq tahu di mana ruangannya. Iin datang. Kerjaan untuk hari ini sudah aq selesaikan semalam. “Jangan cuma ditunjuk dong, dipegang boleh.”
Ia berdiri. Aq kira aq sudah terlambat untuk bisa satu angkot dengannya. Betulkan, ia tdk akan datang begitu saja. Ke bawah lagi: Turun. Atau apalah?




















