Ini menambah semangatku untuk terus menggempurnya. Aku berhenti di bangunan yang ditunjuk pak Mertino sebagai penanda, dekat dengan titik tujuan. Ada yang mengenakan jarit, tetapi ada juga yang mengenakan pakaian seperti layaknya ibu-ibu pergi ke pasar. Kata si mbak mereka belum tentu bisa tiap hari kemari, karena kalau tiap hari bisa dicurigai suaminya. Aku berhenti di bangunan yang ditunjuk pak Mertino sebagai penanda, dekat dengan titik tujuan. Kami ngobrol ngalor-ngidul gak jelas. “Lho kok gak kerja mas,” katanya.Aku berasalan mbolos. Dia lalu memberiku alamat dan kontak personnya di kota-kota itu.“Mas mau nyoba istri tentara nggak, lagi ada nih, dia udah 3 hari nggak kemari,” kata Ambar sambil menunjuk perempuan berumur sekitar 25 tahun, ayu dan bokongnya besar.




















