Sampai akhirnya kami benar-benar tertidur hingga jam 10 pagi. Film Porno Batang kejantananku masih kudiamkan terendam di situ. Beberapa detik kemudian kami terkulai. Aku pun tertidur, dengan perasaan lega. Batang kejantananku masih kudiamkan terendam di situ. Kuelus buah dadanya yang kenyal dan sekali-kali kupencet putingnya yang membuat nafasnya makin memburu. “Gimana, komentar dong.”“Ada filmnya nggak?” “Nggak ada, tapi kalau yang asli justru ada”, kataku sambil bergurau. Entah karena sudah terbiasa, atau karena begitu pandainya ia menyembunyikan perasaannya. Aku pun tertidur, dengan perasaan lega. Kucium keningnya, pipinya dan bibirnya. Keputusanku adalah menikmati saja peristiwa ini. Memasak air, menyapu mencuci piring selalu diselingi dengan adegan percintaan.Sampai sore hari ia berpamitan kembali ke Surabaya melanjutkan kuliahnya.




















