Andri mengeluarkan jeritan-jeritan kecil, sampai akhirnya berteriak saat
mencapai puncak kenikmatannya, berbeda denganku yang lebih kuat setelah sebelumnya mencapai orgasme.Kucabut batang kemaluanku dari vagina Andri, dan langsung kuraih tubuh Fitri. Kok bisa ya akur
ama Tia?”Aku diam saja.Aku dan Tia memang lumayan akur. Aku merasa seperti raja yang dilayani dua wanita cantik. Ternyata Andri menuju ke sebuah apartemen di Jakarta Barat. Ohh.., kurasakan pijatan
daging lembut itu pada kemaluanku. Andri melingkarkan tangannya memeluk tubuhku.Fitri yang menganggur melakukan matsurbasi sambil mengamati kami berdua yang sedang bersatu dalam
kenikmatan bersetubuh. Kulihat Andri tersenyum kepadaku.Aku hanya mengamati bagaimana kedua payudara Andri yang sedang digunakan untuk memijat batang penisku.“Enak kan, Van?” Andri bertanya.Aku mengangguk.




















