Keadaan di belakang sama buruknya dgn pemandangan di depannya.Roni menarik nafas dalam-dalam. Kita pisah di sini. Diana menatap adegan di mini TV itu.Lelaki sedang menjilati seluruh tubuh wanita pasangannya. Namun tiba-tiba semua itu berkurang. Dilemparnya box tissue ke belakang. Bibirnya bergetar menahan nafsu birahinya yg melintas menabraknya berulang-ulang. Saat ia merasa takut dgn perbuatan Roni, sedetik kemudian ia merasa jiwanya melayg, sedetik kemudian otaknya memerintahkan tubuhnya agar bersiap menunggu kejutan berikutnya begitu berulang-ulang.Diana meneriakkan kata jangan sewaktu Roni dgn kasar melepas celana dalamnya, lalu ia didudukkan di atas kursi mobil bagian atas. Lalu diangkatnya pinggul Diana. Lebih baik aku pulang batinnya. “Sorry?” Diana menyahut pelan.




















