Jadi apanya yg aneh. Lilis memang bukan pembantu. Itu gerakan refleks yg biasa. Mulailah Aku ‘memompa’, masih perlahan agar bisa lebih merasakan gesekan batangku dgn dinding-dinding liang memeknya. dari ‘tampak luar’ saja sdh terlihat, tak harus ‘memeriksa’ ke dalam. Memang agak susah, harus perlahan dan bertahap. Dgn sendirinya Aku sedikit mengangkat kepala mengalihkan pandangan dari koran ke arahnya. Aku masih shok atas tindakannya ini sehingga bibirku pasif saja menerima sapuan bibirnya. Ada angin apa nih ? Di kampung dulu dia memang amat dekat dgn isteriku. Kedua tangannya mengunci amat erat di tubuhku dan tubuhnya kurasakan berguncang-guncang teratur beberapa kali. Aku melambung Melayg ….




















