Kami ikhlas dan bermaksud baik padamu Nis” katanya.“Tetapi,” Belum kuutarakan maksudku, tiba-tiba Alina juga ikut bicara..“Benar Kak, kami sangat membutuhkan teman di rumah ini. Bahkan aku tarik maju mundur sedikit demi sedikit hingga jalannya agak cepat lalu cepat sekali. Aku akan tunjukkan beberapa pengalamanku”“Yah.. Ia di atas dan aku di bawah. Bukankah begitu Lin..?” kata Nasir seolah cari dukungan dari istrinya dan waktunya siap digunakan khusus untukku.“Ok, kalau gitu aku akan utarakan sedikit tentang kehidupan rumah tanggaku, yang sangat bertolak belakang dengan kehidupan rumah tangga kalian” ucapanku sambil memperbaiki dudukku di atas kursi empuk itu.“Maaf jika terpaksa kuungkapkan secara terus terang. Kami hanya bisa saling memandang dan tersenyum.“Gimana Nis,?




















