Mr. Bean kembali mencium bibir Anna menghidupkan kembali bara nafsu dan hasrat mereka berdua yang hampir padam karena perjalanan dingin ke apartemen Anna. Anna mendesah sambi berbisik,“Ssshh.. Apalagi dilihatnya tangan kanan Anna sudah melepaskan genggaman pada mouse komputer dan ganti menggegam pisang yang sudah siap ia masukkan ke mulutnya.Tengok kanan kirinya, karena sepi Mr. Bean. Bean dan duduk di sisi tempat tidur. Selakangannya yang masih basah menggeser-geser perut Mr. Bean, harga makanan di restoran tersebut benar-benar membuatnya merasa dirampok. Sshh”.Walau Anna sempat memainkan lidahnya juga, Mr. Bean segera menghambur keluar apartemennya menuju toko besar beberapa blok dari tempat tinggalnya. Bean bisa merasakan buah dada sintal milik Anna bergesek dengan dadanya. Bean. Bean mengawasinya dari jauh dengan teropong yang sudah ia siapkan.Waktu itu Anna




















