Cep.., terdengar suara dari bagian selangkangan Riska. Akan tetapi Parno malahan semakin menjadijadi, dicengkeramnya eraterat kedua paha Riska itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Riska. Seperti biasa Parno mengantarnya dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintikrintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota YK. Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Parno. Dia adalah anak bungsu dari lima bersaudara, ayahnya adalah seorang pejabat yang kini bersama ibunya tengah bertugas di ibukota, sedang kakakkakaknya tinggal di berbagai kota di pulau jawa ini karena keperluan pekerjaan atau kuliah. Tubuh Riska menggeliat ketika tangantangan Parno mulai menggerayangi bagian pangkal paha Riska, dan wajah




















