Dia hanya tersenyum dan meletakkan sebuah jarinya di bibirku, tanda bagiku untuk diam. Aku merasakan ada sesuatu yang berputaran pada tubuhku, dari bawah, naik, hingga melalui mulutku masuk ke mulut Jeanne dan dari mulut Jeanne kurasakan aliran lagi yang menuju ke bawah membentuk suatu siklus. Kami berciuman kembali. Hanya sebentar, ia melanjutkan “french kiss” kami dan melingkarkan kakinya pada pinggangku. “Jeanne… It feels sooo goood!” desahku. Aku melihat ke arah jam dinding di kamar Jeanne. Kami berciuman kembali. Lebih tepatnya, mengulum bibirku. Kuangkat Jeanne dengan memegangi pantatnya. Kukecup kening Jeanne sambil mengelus rambutnya.Jeanne mengajakku kembali ke balik selimut. Tangan kanannya menyusuri daerah ulu hati hingga pusarku (yang tercetak karena rajin sit up).




















