“Plak..plak..”, tampar pria tinggi kurus, hingga bibirLina berdarah. Sambil mencoba menciumi Lydia, tangan si kumis meremas-remas payudara Lydia yang montok itu. Sementara itu Lydia melirik mereka yang terus menatap kami berdua, kulihatmatanya merah seolah habis minum alkohol. Lydia kaget sampai tak sempat berteriak, ” Diam!, kalau kalian mau selamat”, bentak pria yang hitam kekar itu sambil menunjukkan golok di balik jaket hitamnya. Sambil mencoba menciumi Lydia, tangan si kumis meremas-remas payudara Lydia yang montok itu. Tiba-tiba Lina menjerit lagi karena rupanya payudaranya disundut dengan rokok. ahk..”, jerit Lydia kesakitan saat pria berkumis itu memaksakan penisnya ke anusnya.




















