Tanpa sadar aku sangat menikmatinya, hingga aku hampir berteriak
“Aah… uchhhh… ahhh terus Ren” lalu Rena dengan cepat menutup mulutku dengan ciuman bibirnya yang lembut dan sangat sensual itu. Wah cepet honey dia batinku, lalu tak kubiarkan dia hanya melihat saja, lalu aku berbisik,
“Ren dari pada liat, punyaku nganggur neh, kan sayang kalo di diemin”, ia kaget kukira dia marah. Bahkan postur tubuh kami dan wajah kami juga cukup lumayan mungkin itu juga salah satu faktor yang membuat mereka tertarik untuk selalu datang berkunjung. candaku. Sungguh pemandangan yang luar biasa. Setelah itu kami pergi dengan meminjam mobil milik Ronald. Dengan nekat kucoba mendekati komputernya, lalu kutanya dia,
“Hayooooo Rena lagi buka apa”,
Karena tanpa persiapan dia langsung kelabakan seperti anak ayam kehilangan induknya dan dengan cepat




















