Papa tdk pulang ke Canada seperti biasanya, kata Papa kerjaanya baru banyak. “Sudah sering beginian yah kamu Edo?” tanyanya heran juga melihat aq begitu mantap.“Ehh… nggak kok… baru sekali Tante”, nafasku sudah memburu, kata-kata pun sudah sulit kuucapkan dengan tenang.Kulihat nafas Tante Sinta juga sudah mulai memburu, berkali-kali ia menarik nafas panjang untuk menenangkan diri.“Jilatin dong Edo!” katanya memelas.Mulanya aq ragu-ragu juga, tapi kudekatkan juga kepalaku ke memeknya. Tiba-tiba dia menjambak rambutku dengan kuat, dan menggerakkan kepalaku naik turun di memeknya dengan cepat dan kasar.Lalu ia menegang, dan tenang. Samar-samar terlihat puting susunya dari balik baju tidurnya yg tipis.“Kirain Tante sudah tidur… hehe”, kataku asal-asalan sambil berjalan hendak keluar dari kamar.“Edo… bisa tolong pijitin badan Tante?




















