Sedangkan otak saya masih berperang antara “Mas dan Pak”. Bokep Saya lepas segera semua baju yang saya kenakan juga CD saya. Desis Yanti makin jelas kentara, “Terus.Pak”…”Terus Pak” Yanti berbisik…”Mana tahan” pikir saya. Karena saya mencoba menelusuri bagian kiri dan kanan jantung, tentu saja saya harus berulang-ulang menggeser prop USG, sambil mengatakan padanya apa yang saya baca dari layar monitor.Tak pernah sekejappun Yanti membuka kedua matanya, sambil terus berdesis-desis pelan. Saya periksa lambung dan ginjalnya,normal semuanya. ketika pelincir menetes diperutnya. Saya mengangguk.“Ayo kita pulang” saya mengingatkan, jam sudah menunjukkan jam 2 malam. Saya sudah tidak sabar lagi.Yantipun juga tidak mau kalah, tanpa diperintahkan, langsung dia lepas semua baju, rok, dan CDnya.




















