Pada tahap ini, seperti sebuah tahap ancang-ancang menuju ke sebuah ledakan yg hebat, aq merasakan pahaku mulai seperti mati rasa seiring dengan semakin membengkaknya rasa nikmat di area selangkanganku. Ada dorongan yg sangat kuat mengalahkan segala energi penolakanku. Papiku perlahan-lahan menggeraygi tubuhku dimulai dari toketku. Aq hanya mengangkang merasakan desakan pinggul Papiku membuka pahaku lebih lebar lagi.“Papi..!” lagi-lagi hanya kata itu yg terucap dari bibirku.Sedikit bergetar aq ketika mengucapkannya. hebat sekali!” Papiku ikutan menegang, mungkin akibat kejangan tadi.Beliau mencengkeramkan kedua tangannya di pinggulku, terasa sedikit kukunya di ujung kulitku. Tdk ada siksaan yg lebih membuat wanita menderita selain dalam kondisiku itu.




















