Kupelintir-pelintir pelan, tubuhnya mengejang hebat. Kubiarkan dirinya tertidur dengan damai dan secara perlahan-lahan kurapikan pakianku dan menyelinap keluar dari kamar hotelnya dengan pikiran kalut aku kembali ke rumah dan merenungi apa yang telah terjadi.Lebih baik aku tidak menerima uangnya dan handphoneku ku jual untuk biaya berobat ayahku. Kurasakan tangannya mulai mengelus-elus lembut tanganku yang melingkar.Kubalikkan tubuhnya dan kucium lembut bibir yang tipis menantang itu. Satu persatu barang barang yang bisa laku di jual, kami jual tuk membiayai pengobatan ayahku serta untuk makan kami.Teman-teman yang selama ini akrab bermain denganku kini meninggalkanku sendirian, baru kini aku sadar mereka hanya berteman denganku ketika aku senang dan ketika aku dalam kesusahan mereka meninggalkanku.




















