Sambil sesekali melihat situasi karen takut Maya mengetahui aksiku ini. Dalam hatiku ada apa Maya tiba-tiba telpon.Aku mengenal Maya dari rekan kerjaku di kantor, Dennis. Gw mau ambil perlengkapan gw buat sketsa. Tok..Tok..Tok..“Masuk!!!” Teriak pak Bobby dari dalam ruangan. Selama ini payudara Maya hanya aku bisa pandang dan bayangkan dari jauh saat ini sudah di depan mata.“Ehhh sorry may, gw kelewatan. Perlakukanku seperti ratu, ratu di hatimu jay”Kemudian kami berdua saling bergandengan tangan seakan aku hendak menuntun Maya ke arah altar cinta yang telah siap menunggu kehadiran kami. Wajah kami lebih bersemangat dan berseri-seri. Jadinya gw ga sendirian liburannya”“Iya, keren banget gunung agung bali sampe keliatan dari sini meskipun sedikit berkabut tetep keliatan.”“Jay, gw ke villa dulu yah.




















