he..” aku tersipu malu.“Oh iya Om, ini titipannya ayah hampir lupa.” ujarku sambil buru-buru menyerahkan titipan ayah pada Om Andi.“Iya, makasih ya Naya sayang..” jawab Om Andi sambil tangannya meraba pahaku lagi dari dalam rokku.“Aah.. geli aah..!” kataku sambil sedikit cemberut namun dia tidak menjawab malahan mencium bibirku mesra.Entah kapan tepatnya, Om Andi berhasil meloloskan rok dan celana dalam hitamku, yang pasti tahu-tahu aku sudah telanjang bulat di atas meja dapur itu dan Om Andi sendiri sudah melepas celana renangnya, hanya tinggal memakai kimononya saja.Kini Om Andi membungkuk dan jilatannya pindah ke selangkanganku yang sengaja kubuka selebar-lebarnya agar dia dapat melihat isi vaginaku yang merekah dan berwarna merah muda.Kemudian lidah yang hangat dan basah itu pun pindah ke atas dan mulai mengerjai klitorisku




















