sesaat setelah terjadinya ledakan hebat kulihat jarum jam didnding menunjukkan angka 11.30 tubuhku tetap rebah telentang sedangkan tubuh mba Astrid tergolek disamping membelakangiku Ketika deru nafas memburu kami mulai mereda dan ketika keringat birahi kami mulai mengering. Bahkan pernah aku dikeroyok mereka bertiga semaleman” Heeeiii aku datang! Mba Astrid datang dengan membawa tentengan berupa beberapa minuman kaleng dan makanan kecil..” Busyeeet bekelnya banyak bener? haa.. dan kulihat wajah yang cantik berkulit putih ini makin memerah, seperti layaknya orang habis minum arak Satu setengah jam berlalu sesekali kulirik mba Astrid yang duduk di sebelahku persis kegelisahannya kulihat semakin hebat dan hilang sudah komentar-komentar konyolnya seperti pada film pertama Pada suatu saat menjelang film ini selesai mata kami bertemu pandang kulihat sorot mata yang aneh




















