Mbah kadang-kadang menundukkan penisku agar masuk ke sela-sela pahanya sambil memelukku erat. Tangan mbahku meremas-remas, mengakibatkan aku tegang. Aku kembali mengenjot nenek dengan gerakan lamabat dan cepat. Aku mengenakan kaos usang yang di beberapa tempat sudah ada yang sobek. Jembutnya juga tebal. Kami menyimpan rahasia itu serapat mungkin. Mak ku sudah seperti orang hilang ingatan. Ditariknya sarung keatas sehingga terbukalah bagian kemaluanku. Herannya mak dan mbahku tidak sampai hamil oleh hubungan kami. Mereka berdua menimang-nimang penisku. Aku merasa mengeluarkan sesuatu dari lubang kencing. Mbah mengusap-usap wajahku, lalu dadaku. Penisku masih tertancap dalam memeknya. Mak kembali mendesah-desah dan menjerit kecil. Keduanya masih energik.Ketika umurku 15 tahun mbok masih umur 29 tahun dan mbah 42 tahun.




















